Program Hamil Setelah Hamil di Luar Kandungan

Diposting pada

Program Hamil Setelah Hamil di Luar Kandungan – Hamil diluar kandungan atau yang lebih dikenal dengan kehamilan ektopik adalah kondisi apabila janin menempel diluar rahim. Pada kondisi yang satu ini seringkali kehamilan tidak akan dapat bertahan lama. Sehingga mengharuskan para wanita untuk melakukan operasi KET. Ada banyak keraguan untuk bisa mengikuti program hamil setelah operasi kehamilan yang satu ini. Untuk itu, mari simak program hamil setelah hamil diluar kandungan dibawah ini.

Kehamilan yang terjadi diluar kandungan memang cukup beresiko. Adapun kondisi ini dapat terjadi akibat dipengaruhi oleh beberapa hal. Diantaranya adalah alat kontrasepsi IUD, faktor genetik, adanya infeksi, masalah kesuburan dan masih banyak lagi.

Mulanya, kondisi kehamilan ektopik tidak menunjukan gejala. Hanya saja, seiring dengan berjalannya waktu ketika janin mulai membesar. Maka kehamilan ektopik akan menjadi kehamilan yang terganggu.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh mereka yang mengalami kondisi ini diantaranya adalah sakit sekitaran perut, nyeri bagian panggul, pendarahan organ kewanitaan dan masih banyak lagi. Baca juga: Tips Cepat Hamil Anak Kembar Perempuan

Banyak kekhawatiran yang dialami para wanita usai melakukan operasi kehamilan ektopik. Bahkan beberapa menyebutkan bahwa mereka harus menunggu selama kurang lebih 6 bulan untuk bisa berhubungan bersama pasangan.

Program Hamil Setelah Hamil di Luar Kandungan

Program Hamil Setelah Hamil di Luar Kandungan

Lantas bila hal tersebut demikian, maka peluang memiliki buah hati pasca operasi KET akan lebih kecil. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran banyak perempuan saat ini.

Namun sebenarnya tidak demikian, sebab mereka yang pernah menjalani operasi kehamilan ektopik memiliki peluang hamil yang normal sampai 90 persen. Mari simak program hamilnya dibawah ini.

Lakukan Pengobatan Penyakit yang Mendasari Kehamilan Ektopik Sebelumnya

Pada umumnya program hamil boleh dimulai setelah 3 bulan usai melakukan operasi KET. Akan tetapi, apabila operasi dilakukan dengan operasi perut. Maka dibutuhkan sebanyak kurang lebih 6 bulan sebelum melakukan program hamil.

Oleh karenanya, penting sekali sebelum merencanakan kehamilan dengan pasangan. Maka prioritaskan dengan baik kesehatan anda. Berfokuslah untuk mengobati penyakit yang menjadi akar masalah kehamilan ektopik pada tubuh anda dapat terjadi.

Ganti Alat Kontrasepsi

Guna menghindari resiko terjadinya kehamilan ektopik yang terjadi secara berulang. Maka penting sekali untuk anda memperhatikan faktor yang mungkin mempengaruhi kehamilan seperti ini dapat terjadi.
Bila memungkinkan anda sebaiknya mengganti alat kontrasepsi yang anda gunakan sebelumnya.

Lakukan Terapi Kesuburan

Hal lain yang juga penting untuk diperhatikan dengan baik guna memperlancar rencana kehamilan adalah terapi kesuburan. Hal ini akan dapat anda lakukan dengan berkonsultasi lewat dokter. Meningkatkan kesuburan dengan baik akan tentu memberikan anda kemungkinan hamil yang lebih besar.

Untuk itu, maka perhatikan dan pertimbangkan untuk melakukan terapi kesuburan. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk anda yang menginginkan rencana kehamilan terjadi dengan lebih cepat. Selain itu, memperhatikan kesehatan tubuh pun menjadi hal pendukung untuk kehamilan yang lebih lancar.

Lakukan Pemeriksaan Kehamilan Awal

Jika anda akhirnya berhasil mendapatkan kehamilan, maka penting sekali untuk memeriksakan kehamilan anda dengan baik. Hal ini dilakukan untuk memonitor kondisi dan posisi janin dalam kandungan. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika kondisi yang sama terjadi dengan kehamilan anda.

Itulah dia beberapa program hamil penting yang perlu anda perhatikan untuk anda yang sebelumnya baru saja menjalankan operasi kehamilan di luar kandungan. Semoga informasi diatas bermanfaat dan membantu anda mendapatkan kehamilan dengan lancar.