Tips Menjalankan Program Hamil Setelah BO | Definisi, Penyebab & Pencegahan

Diposting pada

Program Hamil Setelah BO – Berbagai faktor dan juga penyebab tentunya dapat mempengaruhi kehamilan pada setiap wanita. Seperti BO (Blighted Ovum) yang rentan dialami oleh wanita pada saat hamil. Untuk itu, kita harus mengetahui program hamil apa yang sebaiknya dilakukan jika seorang wanita telah mengalami BO.

Memiliki keturunan memang dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Ada yang memag mudah mendapatkan keturunan, namun tidak sedikit pula yang justru belum mendapatkan keturunan meskipun telah melakukan berbagai program hamil. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan mengalami masalah pada kehamilannya seperti keguguran dan juga BO.

BO (Blighted Ovum) yang sering kita kenal dengan istilah kehamilan kosong memang kerap dialami oleh beberapa wanita. Para ibu mengira bahwa mereka tengah hamil, namun jika dideteksi melalui pemeriksaan USG akan terlihat hanya kantung kehamilan. Sedangkan janin tidak ada sama sekali di dalam kantong tersebut.

Tidak jarang wanita yang merasa takut dan juga putus asa ketika ingin melakukan program hamil kembali. Terlepas dari masalah tersebut, tentunya diperlukan suatu cara dan juga alternatif yang tepat untuk menjalankan program hamil setelah BO. Akan tetapi, Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan BO, apa penyebabnya, tanda-tanda, pencegahan dan juga program hamil yang dianjurkan setelah BO. Baca juga: 13 Faktor Penyebab Kemandulan Yang Menghambat Program Kehamilan

Apa Itu BO

program hamil setelah bo

Blighted Ovum merupakan suatu keadaan dimana seorang wanita hamil, namun tidak ada perkembangan janin di dalam kandungannya. Tentunya, kita jarang mendengar istilah BO (Blighted Ovum) karena istilah yang kita kenal di masyarakat ialah kehamilan kosong. BO atau kehamilan kosong terjadi dikarenakan sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang.

Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi oleh sperma membentuk plasenta dan juga kantung ketuban. Akan tetapi, sel tersebut tidak berkembang menjadi embrio di dalam kandungan. Istilah ini dikenal juga dengan kegagalan awal kehamilan. Lihat juga: 12 Tips Cepat Hamil Dr. Boyke Agar Program Hamil Berjalan Dengan Lancar

Seorang wanita tentunya tidak akan menyadari mengalami kehamilan yang kosong ketika ia dinyatakan hamil. Hal ini dikarenakan blighted ovum memiliki tanda-tanda yang hampir sama dengan kehamilan pada umumnya. Kantong kehamilan akan terus berkembang, akan tetapi sel telur gagal menjadi embrio dan tidak berkembang dengan sempurna.

Ibu hamil yang mengalami BO akan merasakan tanda-tanda kehamilan sungguhan meskipun janin tidak ada di dalam kandungan. Mereka akan mengalami gejala-gejala kehamilan seperti mual muntah, payudara membesar, serta perut yang semakin membesar pula. Jika dilakukan pengecekan kehamilan, test pack akan memberikan hasil yang positif sehingga ibu hamil tidak mengalami kecurigaan apapun akan kehamilannya.

Penyebab Terjadinya BO

program hamil setelah bo

Pada umumnya berbagai gejala terjadinya BO tidak dapat diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa faktor yang menyebabkan sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang di dalam kandungan. Pada kasus kehamilan ini, sel telur yang telah dibuahi oleh sperma yang seharusnya berkembang di dalam kandungan justru tidak berkembang sama sekali.

Pada saat embrio berkembang, hasil pembuahan yang telah tertanam di dalam rahim akan mengirimkan sinyal pada otak dan juga indung telur sebagai tanda terjadinya konsepsi di dalam rahim. Hasil konsepsi inilah yang menyebabkan ibu hamil mengalami gejala kehamilan seperti mual dan juga muntah, ngidam serta gejala lainnya. Karena gejala inilah yang membuat seorang wanita mengira terjadinya kehamilan yang sesungguhnya.

Pada ibu hamil yang mengalami BO, tentunya produksi hormon HCG tetap meningkat. ketika dilakukan tes kehamilan, ia akan mengalami gejala normal kehamilan pada umumnya. Akan tetapi, gejala kehamilan tersebut akan berhenti ketika melakukan pemeriksaan melalui USG pada saat kehamilan mulai menginjak usia 6-8 minggu. Pada saat pemeriksaan USG yang akan terlihat hanya kantung kehamilan yang berisi embrio yang tidak berkembang di dalam rahim. Inilah awal dari kehamilan BO yang sudah terdeteksi. Ada gejala lain yang ditimbulkan dari kehamilan BO yaitu adanya pendarahan yang cukup sedikit dari vagina. Kondisi ini dikarenakan tubuh mengeluarkan konsepsi yang tidak normal pada saat hamil.

Beberapa Penyebab Kehamilan Kosong

Meskipun belum diketahui penyebab yang pasti dari terjadinya kehamilan BO, namun ada beberapa hal yang menyebabkan kehamilan BO terjadi, diantaranya:

  1. BO dapat terjadi karena adanya kelainan kromosom pada saat terjadinya pembuahan sel sperma dan juga sel telur.
  2. Usia seseorang yang semakin tua tentunya berpeluang mengalami kehamilan kosong. Jika pasangan mempunyai jumlah anak yang cukup banyak anak tentunya peluang terjadinya BO lebih besar.
  3. Pembelahan sel yang tidak normal pada saat pembuahan pun menjadi salah satu penyebab terjadinya kehamilan BO.
  4. Rendahnya kadar hormon yang membentuk placenta beta HCG dan juga faktor biologis yang merupakan salah satu antibodi pada janin.
  5. Infeksi virus TORCH memang tidak dapat diragukan lagi akan bahaya dan juga dampak buruknya. TORCH ( Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes) memang banyak menyerang ibu hamil yang menyebabkan berbagai gejala dan juga akibat pada ibu dan juga janin. Tidak jarang janin yang mengalami kelainan bawaan bahkan kematian pada janin akan bahayanya virus ini.
  6. Kelainan-kelainan lainnya yang terjadi pada ibu hamil seperti sakit kencing, diabetes melitus yang tidak terkendali juga kelainan imunologi pada ibu hamil.
  7. Adanya infeksi streptokokus yang menyerang ibu hamil ketika sedang hamil. Streptokokus ini merupakan bakteri yang menyerang siapa saja. Bakteri ini tentunya menyerang saluran pencernaan dan juga vagina sehingga dapat berbahaya bagi ibu dan juga janin.

Perlu Anda tahu jika kehamilan kosong yang disebabkan oleh kelainan kromosom, tentunya tidak ada yang bisa dilakukan karena ini merupakan kelainan bawaan. Jika kehamilan tersebut diakibatkan oleh infeksi TORCH atau streptokokus, kemungkinan besar dapat dilakukan tindakan penyembuhan dengan cara terapi dan juga pengobatan. Hal ini tidak menutup kemungkinan ibu hamil mendapatkan kehamilannya kembali.

Tanda-Tanda Kehamilan Kosong

Blighted ovum biasanya terjadi pada saat awal kehamilan dimana terjadi pembuahan dengan bertemunya sel telur dan juga sperma di dalam rahim. Kehamilan yang normal tentunya sel telur yang telah dibuahi berubah menjadi embrio hingga akhirnya berkembang menjadi seorang janin. Pada kehamilan kosong, embrio yang seharusnya berkembang tidak mengalami perkembangan sama sekali.

Pada wanita yang mengalami BO tentunya tidak akan mempengaruhi kesuburan. Wanita yang pernah mengalami BO tentunya dapat kembali hamil dengan normal. Akan tetapi, Anda tentu harus waspada jika mengalami BO berulang kali karena kondisi ini akan memperparah masalah kewanitaan Anda. Alangkah baiknya, Anda melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan intensif. Hal ini perlu dilakukan karena kemungkinan ada kelainan kromosom yang menetap pada tubuh Anda ataupun suami. Pada kondisi ini tentunya seorang dokter akan menyarankan Anda agar melakukan tes genetika selama 1-3 bulan tergantung hasil pemeriksaan dokter.

Beberapa Tanda Kehamilan Kosong

Pada saat terjadinya pembuahan, jika adanya penyebab BO baik pada ibu ataupun suami, maka hasil konsepsi tersebut tidak akan berkembang menjadi seorang janin. Walaupun hal tersebut terjadi, plasenta akan tetap berkembang dan berisi cairan. Hal ini menyebabkan seorang wanita tidak akan mengira mengalami BO. Jika melakukan pemeriksaan USG, maka akan jelas terlihat bahwa yang berkembang di rahim Anda hanya kantung kehamilan saja. Jika telah terbukti, maka dokter akan mulai melakukan tindakan kuretasi untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa kehamilan kosong tersebut. Dengan melakukan kuretasi, maka akan mendapatkan hasil apakah dapat mempersiapkan akan kehamilan yang selanjutnya. Selain itu, kuretasi dapat menganalisa penyebab yang dialami wanita tersebut ketika dilakukan tindakan kuretasi. Jika hasil yang didapat disebabkan oleh antibodi, maka akan dilakukan program imunoterapi untuk mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Berikut ini beberapa tanda yang ditimbulkan jika seseorang mengalami BO (blighted Ovum), diantaranya:

  1. Sering merasa kram pada bagian perut bawah
  2. Gejala hampir sama dengan kehamilan normal
  3. Bercak pendarahan atau minor vagina
  4. Siklus menstruasi terlambat
  5. Gejala tidak spesifik seperti pendarahan coklat kemerahan, kram perut dan juga ukuran rahim yang lambat
  6. Tes kehamilan positif seperti pada kehamilan yang normal
  7. Dapat terdeteksi ketika terjadinya keguguran yang secara langsung
  8. Ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan USG
  9. Terlalu mengalami morning sickness yang berlebih
  10. Ibu sering mengalami perut kembung

Itulah beberapa tanda yang sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami kehamilan kosong.  Pastikan Anda untuk mengenali tanda-tanda tersebut sebelum semuanya terjadi agar Anda dapat meminimalisir semuanya dengan langkah yang cukup tepat.

Pencegahan Secara Dini

program hamil setelah bo

Setelah kita mengetahui akan tanda-tanda dan juga penyebab terjadinya kehamilan kosong. Tentunya, beberapa hal yang harus kita lakukan ialah melakukan pencegahan sedini mungkin agar dapat menghindari hal tersebut terjadi. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pencegahan secara dini, diantaranya:

  1. Lakukan program hamil yang sehat dan juga tepat
  2. Lakukan pemeriksaan kromosom dengan teliti
  3. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan juga kehamilan secara rutin
  4. Kontrol kadar gula di dalam darah dengan tepat. Anda dapat melakukan pemeriksaan kromosom terutama bagi pasutri di atas 35 tahun.
  5. Anda dapat membiasakan pola hidup sehat dengan baik
  6. Lakukan imunisasi pada ibu untuk menghindari terjangkitnya virus seperti TORCH ke dalam tubuh
  7. Periksakan kehamilan secara rutin dengan melakukan USG agar dapat mendeteksi kehamilan dengan jelas karena ketika melakukan pemeriksaan kehamilan pada saat usia muda, maka kehamilan kosong tidak akan terlihat
  8. Lakukan pemeriksaan pada kedua pihak baik suami maupun istri. Hal ini tentunya dapat mendeteksi kemungkinan adanya kelainan dan juga penyebab baik dari suami maupun istri.

Melakukan pencegahan dini memang sangat baik dan juga sangat tepat untuk dilakukan. Terlebih bagi mereka yang sudah mengalami kehamilan kosong atau BO sebelumnya. Tentunya,  Anda tidak ingin kehamilan kosong atau Blighted Ovum tersebut terjadi lagi kepada Anda, bukan? Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda melakukan pencegahan sedini mungkin untuk mendapatkan hasil dan juga tujuan yang maksimal.

Tips Melakukan Program Hamil Setelah BO

program hamil setelah bo

Jika Anda sudah pernah mengalami kehamilan BO, alangkah baiknya jika Anda melakukan program hamil kembali dengan cara dan juga langkah yang tepat. Bagaimanapun juga, Anda menginginkan hadirnya buah hati di dalam hidup Anda. Maka dari itu, jangan pernah merasa putus asa dan juga kecil harapan untuk melakukan program hamil setelah BO. Ada beberapa langkah yang wajib Anda lakukan saat ini juga untuk menjalankan program hamil setelah BO, diantaranya:

  1. Anda dapat memberikan suntik penguat kandungan sejak Anda mengetahui bahwa Anda hamil. Suntik ini dapat Anda lakukan setidaknya 2 minggu sekali, sebanyak 4x suntikan selama 2 bulan lamanya.
  2. Jika Anda sering menggunakan motor, alangkah baiknya jika Anda menghindari terlalu berlama-lama di atas motor terutama jika Anda tengah melakukan program hamil. Pilih alternatif lain untuk berjalan kaki jika jarak yang Anda tempuh cukup dekat.
  3. Jangan terlalu sering naik dan juga turun tangga, karena hal ini akan menyebabkan kondisi lebih parah. Terlebih bagi yang memiliki kandungan lemah, sebaiknya aktifitas ini dihindari.
  4. Setelah Anda mengalami BO (Blighted Ovum) dan ingin melakukan program hamil, sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan intim dulu. Hal ini dikarenakan sel sperma dapat memicu kontraksi di dalam rahim.
  5. Sebaiknya ketika Anda melakukan program hamil setelah BO, sebaiknya minum obat penguat dan juga vitamin untuk kehamilan setiap hari. Lakukan konsumsi vitamin tersebut selama 4 bulan pertama untuk pertumbuhan janin.

Program hamil setelah BO tentu harus kita lakukan sebagai cara agar kita dapat kembali hamil dengan cepat. Pastinya, jika program hamil dilakukan dengan cara yang tepat dan juga benar, maka akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan nantinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk melakukan program hamil setelah BO dengan melakukan tips dan juga cara yang telah kami sebutkan di atas. Demikianlah cara dan juga program hamil setelah BO yang wajib Anda lakukan. Semoga bermanfaat!