Program Hamil Bayi Tabung Dengan Tingkat Keberhasilan Cukup Tinggi

Diposting pada

Program Hamil Bayi Tabung – Sebagian orang terpaksa harus melakukan berbagai cara dan juga alternatif demi mendapatkan keturunan seperti program bayi tabung. Bagi pasangan yang sangat sulit untuk mendapatkan keturunan tentu saja program hamil bayi tabung memang sangat membantu. Bagi Anda yang belum mendapatkan keturunan dan memiliki ketertarikan untuk melakukan program hamil bayi tabung, tentu ada beberapa hal yang harus Anda ketahui seperti yang akan kami bahas di bawah ini!

Bagi pasangan yang sudah menikah dalam waktu yang cukup lama tentu akan merasa gelisah dan juga cemas kala mereka belum juga mendapatkan keturunan. Namun, alangkah baiknya jika Anda tidak berkecil hati dikarenakan buah hati yang Anda dambakan belum juga datang. Hal ini dikarenakan masih banyak sekali cara dan juga alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan keturunan. Namun, tentu saja berbagai alternatif ini harus diiringi dengan kesiapan baik fisik maupun mental, tidak terkecuali niat yang kuat untuk melakukan program hamil ini.

Seperti halnya metode bayi tabung yang saat ini tengah menjadi satu alternatif yang banyak diminati oleh sebagian besar pasangan yang melakukan program hamil. Disamping memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi, program hamil bayi tabung juga tentunya sangat mudah untuk dilakukan. Namun, tidak sedikit pula orang yang masih bertanya-tanya mengenai proses program hamil bayi tabung. Untuk itu, kami sajikan beberapa hal mengenai seputar program hamil bayi tabung yang harus Anda perhatikan sebagai berikut ini! Baca juga: Meningkatkan Kesuburan Dengan Makanan Tinggi Likopen

Apa Itu Proses Bayi Tabung?

program hamil bayi tabung

Banyak yang belum mengetahui akan definisi dari bayi tabung ini. Proses bayi tabung secara medis disebut sebagai in vitro fertilization (IVF). Proses ini tentunya disebut sebagai suatu proses dimana ovarium dirangsang untuk memproduksi banyaknya sel telur yang diekstrasi dari rahim melalui suatu proses penyedotan. Prosedur ini tentunya dapat dilakukan dengan melakukan pembiusan total. Proses kehamilan ini tentunya dilakukan diluar tubuh wanita.

Proses bayi tabung ini tentunya dilakukan dengan melibatkan stimulasi dan juga pematauan dari proses ovulasi seorang wanita. Proses bayi tabung ini dilakukan dengan melakukan suatu teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur yang sudah matang dan juga sel sperma di luar tubuh manusia. Sel sperma dan juga sel telur dapat diletakkan di sebuah cawan khusus agar pembuahan dapat terjadi dan diinkubasi dalam waktu 3-5 hari. Proses inilah yang memang paing signifikan akan perbedaan dua proses ini. Pada bayi tabung, proses pembuahan dilakukan di laboratorium, sedangkan pada inseminasi buatan, pembuahan tetap terjadi di dalam tubuh ibu.

Teknik bayi tabung tentunya menjadi salah satu alternatif yang banyak diminati. Hal ini dikarenakan proses bayi tabung ialah suatu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan wanita ataupun pria yang terganggu. Biasanya, program hamil yang dilakukan dengan proses bayi tabung dilakukan karena semua metode tidak mendapatkan keberhasilan. Proses dari bayi tabung ini bertujuan untuk mengendalikan sebuah proses ovulasi secara hormonal yakni suatu proses pemindahan sel telur dari indung telur dan juag pembuahan sel sperma yang dilakukan oleh sebuah medium cair. Lihat juga: 20 Makanan Asam Folat Tinggi Untuk Program Hamil

Metode-Metode Program Hamil Bayi Tabung

Mungkin banyak masyarakat yang mengenal bahwa bayi tabung hanya terdiri dari satu macam saja. Namun ternyata, metode bayi tabung yang dilakukan memiliki berbagai macam metode yang bisa Anda pilih. Beberapa metode ini tentunya memang memiliki beberapa proses, kelebihan dan juga kekurangan yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa metode program hamil bayi tabung bisa Anda pilih, diantaranya:

IVM

IVM ialah singkatan dari In Vitro Maturation (In Vitro = di dalam gelas, maturation= pematangan). Intinya IVM merupakan sebuah teknik bayi tabung yang dilakukan dengan cara mematangkan sel telur di laboratorium sebelum dibuahi dan juga dipindahkan dalam bentuk embrio yang nantinya akan di simpan di dalam rahim. IVM ini dikenal sebagai suatu teknologi terbaru dan juga terpopuler di dalam program bayi tabung. Tidak heran jika banyak orang yang lebih memilih metode ini dibandingkan dengan metode lainnya.

Proses ini tentunya tidak menggunakan obat dan perangsang hormon yang cukup banyak. Proses ini tentunya dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut:

– Sel telur diambil dari ovarium dan dimatangkan di laboratorium

– Proses pematangan dilakukan selama 2 hari

– Setelah sel telur dimatangkan, sel telur tersebut dibuahi dan juga dikembangkan menjadi sebuah embrio.

– Embrio tersebut sudah disuntikkan dan juga ditransfer ke rahim sang istri

– Ada keuntungan yang akan Anda dapatkan dari proses ini yaitu biaya yang mudah. Selain itu, pasien juga terhindari dari sindrom hiperstimulasi ovarium. Sindrom ini ialah sindrom yang terjadi akibat suntikan hormon yang cukup berlebihan.

– Metode ini memang dikhususkan untuk pasien dengan sindrom ovarium polikistik

– Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini kurang lebih 4 minggu. Proses ini tentunya diambil dari suatu proses awal hingga terdeteksi kehamilan

– Perkiraan biaya yang digunakan untuk melakukan proses IVM ini antara 30-40 juta rupiah.

Stimulasi minimal

Program hamil bayi tabung yang kedua disebut dengan stimulasi minimal. Proses ini tentunya tidak membutuhkan obat-obatan untuk merangsang sel telur. Akan tetapi, sel telur tetap dipantau dan juga dibiarkan agar bisa berkembang secara alamiah. Proses yang dilalui dalam program hamil bayi tabung stimulasi minimal ini, diantaranya:

– Tahap pertama ini dilakukan oleh pihak medis dengan cara memberikan suntikan dan juga obat untuk menstimulasi ovarium. Dosis obat yang diberikan pada pasien pun tidak terlalu banyak dan agresif.

– Jika sel telur sudah cukup matang, maka sel telur tersebut akan dibuahi oleh sel sperma.

– Pembuahan yang dilakukan di laboratorium tentu akan tetap dilakukan pematauan apakah sel telur sudah berubah menjadi embrio ataukah belum.

– Jika sel tersebut sudah berubah menjadi embrio, maka embrio tersebut akan dipindahkan pada rahim sang istri setelah 3 hari.

– Ketika Anda memilih metode ini, telur yang dihasilkan hanya dua telur saja, maka peluang hamil pun akan lebih rendah yakni sekitar 15%.

– Pasien yang bisa melakukan metode ini yakni berkisar antara 25 – 30 tahun.

– Untuk melakukan metode ini tentunya membutuhkan waktu maksimal 5 minggu dan biaya yang dikeluarkan maksimal 25 juta.

Pembekuan embrio

Metode selanjutnya yang termasuk ke dalam proses bayi tabung ialah proses pembekuan embrio. Proses ini tentunya dilakukan dengan cara menstimulasi indung telur dengan menciptakan embrio sekitar 9 sampai 10 embrio. Embrio yang diciptakan tentunya embrio yang dibutuhkan hanya 4 saja. Kelebihan jumlah embrio tentunya tidak bisa disimpan pada bank dengan suhu sekitar – 96 derajat.

Jika program bayi tabung yang dilakukans ebelumnya gagal, maka embrio yang disimpan di dalam bank dapat digunakan kembali tanpa harus mengulangi kembali program bayi tabung dari awal. Tidak hanya embrio saja yang dapat disimpan, sel sperma pun juga dapat disimpan dalam keadaan beku. Tujuan utama melakukan pembekuan sel sperma tidak lain ialah untuk mensiasati jikalau terjadi program hamil bayi tabung gagal. Untuk waktu penyimpanan pembekuan sel sperma tidak bisa lebih dari 3 tahun dengan biaya sekitar 9 juta. Namun, tidak semua rumah sakit menyediakan metode ini.

ICSI

ICSI ini dikenal dengan singkatan Intra Cystoplasmic Sperm Injection. Metode ini dilakukan untuk membantu masalah ketidaksuburan pada pria. ICSI ini muncul untuk mempermudah para pasangan untuk mendapatkan keturunan. ICSI tentunya berbeda dengan IVF dalam hal bagaimana pertemuan antara sel telur dan juga sel sperma terjadi dan menyebabkan kehamilan.

Pria yang tidak subur tentunya memiliki jumlah sel sperma yang sedikit dengan kualitas yang sangat jelek. Sedangkan untuk bayi tabung tentunya membutuhkan sel sperma sebanyak 10.000 sperma. Sedangkan untuk orang yang normal hanya membutuhkan satu sel sperma saja untuk melakukan pembuahan. Sel sperma tersebut tentunya akan ditransfer ke dalam sel telur istri dengan menggunakan mikromanipulator. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 4 minggu dengan biaya yang tidak sedikit yakni sebanyak 60 juta.

Tahapan Melakukan Bayi Tabung

Dalam melakukan program hamil dengan bayi tabung tentunya dilakukan dengan melalui berbagai tahapan. Hal ini tentunya bertujuan agar meningkatkan keberhasilan dalam melakukan program hamil bayi tabung. Berikut ini tahapan dalam melakukan program hamil dengan bayi tabung, diantaranya:

Seleksi pasien

Tahap pertama yang pasti dilakukan dalam melakukan bayi tabung ialah menyeleksi pasien. Dalam seleksi ini tentunya didapat apakah pasangan yang akan melakukan program hamil bayi tabung layak untuk mengikuti program ini. Hal ini dikarenakan banyak sekali pasangan yang tidak memenuhi kriteria untuk melakukan bayi tabung baik masalah kesehatan dan juga tingkat kesuburan pada pasangan tersebut.

Stimulasi

Tahap kedua ialah dengan merangsang indung telur dan untuk memastikan banyaknya sel telur. Secara almi tentunya sel telur hanya berjumlah satu, sedangkan untuk proses bayi tabung dibutuhkan sekurang-kurangnya 10 untuk mengganti jika sel telur tersebut hancur. Tujuan ini tentunya untuk memperoleh embrio yang dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Pemantauan pertumbuhan folikel

Folikel di sini ialah cairan yang berisi sel telur yang di dapatkan dari indung telur melalui proses ultrasonografi. Tujuannya ialah untuk melihat apakah sel telur yang sudah matang untuk dipanen.

Mematangkan sel telur

Tahapan selanjutnya ialah dengan mematangkan sel telur dengan cara menyuntikkan obat agar siap dipanen.

Pengambilan sel telur

Setelah dilakukan penyuntikan obat agar siap panen, tahap selanjutnya ialah dilakukan proses di laboratorium.

Pengambilan sel sperma

Jika tidak ada masalah di kemudian hari tentunya pengambilan akan dilakukan melalui masturbasi. Sedangkan jika bermasalah, maka sel sperma akan diambil langsung melalui buah zakar melalui sebuah operasi.

Pembuahan/ fertilisasi

Tahap selanjutnya ialah dilakukannya pembuahan atau fertilisasi yakni dengan media kultur di laboratorium setelah embrio tersebut terbentuk.

Transfer embrio ke dalam rahim

Setelah berhasil melakukan pembuahan, tahap selanjutnya ialah mentransfer embrio ke dalam rahim agar terjadi kehamilan setelah embrio terbentuk.

Penunjang fase luteal

Setelah embrio ditransfer ke dalam rahim, tahapan selanjutnya ialah dengan mempertahankan dinding rahim. Dalam tahap ini dokter memberi obat untuk mempertahankan dinding rahim ibu agar dapat kuat menahan kehamilannya.

Kapan Proses Bayi Tabung Dibutuhkan

Waktu yang tepat untuk melakukan proses bayi tabung ialah bagi mereka yang mengalami tingkat kesuburan yang bermasalah. Bagi sebagian besar wanita yang berusia di atas 40 tahun, tentunya akan mengalami yang namanya ketidaksuburan pada wanita. Selain itu, dalam beberapa kondisi sangat memungkinkan bagi wanita tersebut untuk sulit hamil. Untuk itu, banyak yang memilih melakukan prosedur bayi tabung. Beberapa prosedur bayi tabung yang disarankan jika Anda mengalami beberapa hal sebagai berikut:

– Gangguan yang terjadi pada tuba falopi atau rahim dikarenakan adanya sumbatan dan kerusakan [pada jalur sel telur.

– Terjadinya endometriosis yakni suatu penyakita yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dimana jaringan pada lapisan dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis dapat terjadi pada jaringan endometrium yang tumbuh diluar rahim.

– Adanya gangguan pada sistem reproduksi pria dimana produksi sel sperma memiliki jumlah yang sangat rendah.

– Terjadinya gangguan ovulasi yang menyebabkan sistem produksi sel telur sangatlah minim.

– Sel sperma tidak mampu untuk melewati cairan pada leher rahim sehingga akan mati dan hancur di dalamnya.

– Memiliki tingkat risiko adanya penyakit keturunan

– Memiliki sistem imunitas tubuh yang sangat rendah sehingga sangat mengganggu sel sperma ataupun sel telur baik kualitas ataupun kuantitasnya.

– Memiliki masalah kesuburan yang belum dan bahkan belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Risiko Melakukan Bayi Tabung

Suatu proses yang dilakukan secara instan tentunya akan selalu memiliki risiko-risiko yang tentu harus dipertimbangkan oleh pasangan ketika memutuskan untuk melakukan bayi tabung. Hal ini tentunya berhubungan dengan faktor risiko ketika melakukan prosedur pengambilan sel telur. Kondisi ini mungkin dapat terjadi dikarenakan pendarahan, infeksi dan menyebabkan kerusakan pada organ lain dan juga usus.

Risiko yang bisa Anda alami tentunya bisa  timbul dari penggunaan obat-obatan yang berlebihan. Penggunaan obat-obatan ini tentunya digunakan untuk menstimulasi ovarium dalam memproduksi sel telur. Efek yang akan Anda rasakan mulai dari kembung, sembelit, kram atau nyeri ringan, rasa sakit yang tidak tertahankan pada perut dan juga penambahan berat badan. Selain itu, efek berat yang bisa timbul dari proses bayi tabung tentu harus ditangani oleh pihak rumah sakit ditakutkan ada gejala lain yang lebih serius dari gejala yang telah kami sebutkan di atas.

Berikut ini beberapa risiko yang mungkin bisa timbul akibat proses bayi tabung, diantaranya:

Kelahiran bayi prematur

Risiko pertama yang mungkin terbilang sangat riskan ialah kelahiran bayi prematur. Pada bayi tabung, kelahiran bayi prematur memang lebih besar. Kelahiran bayi akan lebih cepat 3 minggu atau lebih dari waktu kelahiran normal. Hal ini dikarenakan kehamilan yang terjadi karena bayi tabung bukanlah kehamilan yang alami terjadi melainkan buatan. Untuk itu, ketahanan pada rahim bisa saja terganggu.

Kemandulan pada bayi

Ini risiko yang mungkin terbilang sangat berat dimana bayi yang dihasilkan melalui proses bayi tabung ternyata memiliki risiko yang besar mengalami kemandulan pada bayi tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi sel sperma dan sel telur pada orang tuanya mengalami masalah. Tentu, tidak heran jika kondisi serupa juga terjadi pada anaknya. Jika bayi yang dilahirkan laki-laki, maka akan mengalami hal yang serupa dengan ayahnya. Sedangkan jika bayi yang dilahirkan perempuan tentunya memiliki masalah yang sama dengan ibunya. Untuk mengatasi hal tersebut, alangkah baiknya jika Anda memeriksakan diri ke dokter untuk berkonsultasi masalah tersebut.

Kelahiran bayi lebih dari satu

Kondisi ini tentunya bisa saja terjadi dikarenakan embrio yang dimasukkan ke dalam rahim wanita lebih dari satu. Hal ini dimungkinkan jika embrio yang ditransfer kepada rahim wanita dan berhasil tentunya akan mengalami tumbuh kembang secara bersamaan. Tidak sedikit kasus yang ditemukan pada pasangan yang melakukan proses bayi tabung mengalami kelahiran bayi lebih dari satu. Meskipun terbilang berhasil, namun tentu memiliki faktor risiko kesehatan pada ibu dan juga bayi.

Disabilitas pada bayi yang dilahirkan

Bayi yang dilahirkan melalui prose bayi tabung tentunya lebih berisiko mengalami kecacatan. Hal ini dikarenakan kondisi sel sperma diinseminasi dengan cara disuntikkan. Jika sel sperma rusak tentunya dapat menyebabkan perkembangan janin tidak normal dan mengalami gangguan. Kondisi sel sperma ini tentunya dapat menyebabkan perkembangan tidak normal dan terganggu. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena risiko disabilitas semakin meningkat.

Kehamilan ektopik

Istilah ini tentunya untuk merujuk pada suatu kehamilan yang berada diluar kandungan. Pada umumnya, kasus ibu yang hamil diluar kandungan memiliki masalah pada saluran tuba falopinya sehingga memungkinkan sel sperma membuahi sel telur pada saluran ini sehingga embrio tidak dapat berkembang pada rahim. Kondisi ini tentu menyebabkan janin berkembang bukan pada rahim melainkan di luar rahim. Untuk itu, kehamilan ibu di luar kandungan memang akan menimbulkan masalah kesehatan pada ibu sehingga harus benar-benar di atasi.

Keguguran

Risiko yang satu ini tentu menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan dimana wanita yang hamil melalui prosedur bayi tabung akan memiliki risiko keguguran lebih tinggi. Hal ini dikarenakan embrio yang berkembang di dalam rahim seperti dipaksakan. Tentu, angka risiko keguguran pada wanita akan terbilang lebih tinggi. Untuk itu, Anda tentu benar-benar menjaga kehamilan dengan sangat baik sehingga mengurangi risiko keguguran pada kehamilan Anda.

Stres

Meskipun sebagian besar wanita lebih memilih untuk melakukan prosedur bayi tabung. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi mereka akan mengalami perasaan gelisah dan juga stre yang berlebihan. Stres di sini dapat pula disebabkan oleh prosedur akan bayi tabung yang dapat mengurang tenaha, pikiran dan juga keuangan yang tidak sedikit. Belum lagi faktor risiko dari gagalnya prosedur bayi tabung tersebut sehingga sangat mungkin bagi yang menjalani bayi tabung ini lebih gelisah dan juga cemas.

Selain adanya beberapa dampak buruk dari prosedur bayi tabung, tentu terdapat pula beberapa faktor penentu akan keberhasilan dari kehamilan melalui prosedur bayi tabung ini. Pada prosedur bayi tabung di sini tentunya ada faktor utama dimana tingkat keberhasilan dapat terjadi yakni usia. Usia yang optimal pada wanita dengan tingkat keberhasilan padfa proses bayi tabung ini yakni sekitar 23-39 tahun dengan persentase tertinggi yakni di bawah usia 35 tahun.

Namun, tidak dapat dipungkiri pul abahwa tingkat keberhasilan dari prosedur bayi tabung ini ditentukanoleh gaya hidup, penyebab interfilitas, masalah reproduksi dan juga usia ibu yang akan melakukan prosedur bayi tabung. Demikianlah bebepara hal yang perlu Anda ketahui mengenai prosedur program hamil bayi tabung. Semoga bermanfaat!