Persiapan Sebelum Melakukan Program Hamil

Diposting pada

Sebelum melakukan program hamil, penting untuk mengetahui apa saja persiapan sebelum program hamil.

Program hamil akan dilakukan oleh pasangan suami istri agar segera mendapatkan momongan. Agar keinginan mendapatkan momongan segera terwujud, tentu saja pasangan akan melakukan program hamil dengan sebaik-baiknya.

Dalam menjalankan program hamil, hal paling utama yang harus diperhatikan yaitu persiapan. Persiapan penting guna menentukan keberhasilan program hamil untuk ke depannya. Nah, bagi anda yang sedang merencanakan program hamil, ketahui beberapa persiapan sebelum menjalankan program hamil seperti berikut ini.
Persiapan Sebelum Program Hamil

Persiapan Sebelum Melakukan Program Hamil

Persiapan Mental

Selain mempersiapkan fisik, penting bagi anda untuk mempersiapkan mental. Berdasarkan penelitian, wanita yang mengalami stres atau depresi diketahui memiliki risiko dua kali lipat mengalami masalah yang terkait kesuburan, dibandingkan dengan wanita yang keadaan mentalnya sehat.

Sebelum memulai program hamil, mereka atau wanita yang memiliki riwayat depresi baik itu pribadi atau dalam keluarganya disarankan untuk melakukan pemeriksaan mental.

Ciri-ciri depresi yang umum terjadi di antaranya yaitu kehilangan kegembiraan dan gairah dalam segala hal yang sebelumnya anda nikmati, pola tidur dan nafsu makan berubah, putus asa, merasa tidak berharga, kehilangan energi dan lain sebagainya. Jika anda mengalami tanda-tanda tersebut maka anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter untuk menentukan solusi yang tepat. baca juga: ciri-ciri orang hamil

Selain itu berdasarkan penelitian, 10% dari ibu hamil yang mengalami depresi menularkan biokimia kesedihan pada janin yang dikandung. Yang mana keadaan ini dapat meningkatkan aktivitas otak janin dan hormon stres. Tidak hanya itu, apabila wanita tidak mempersiapkan dirinya sebelum hamil, maka akibatnya secara mental ia akan menjalani masa kehamilan yang berat.

Menjadwalkan Kunjungan Pra-Konsepsi

Untuk melakukan pemeriksaan pra-konsepsi, anda bisa menghubungi bidan atau dokter kandungan anda. Ketika dilakukan pemeriksaan, dokter akan meninjau riwayat kesehatan keluarga dan pribadi anda, keadaan kesehatan anda saat ini, serta suplemen dan obat yang anda konsumsi.

Mungkin beberapa obat dan suplemen tidak aman untuk kehamilan, bahkan beberapa di antaranya harus diganti untuk memulai program hamil.

Selain itu, anda dan dokter harus membicarakan mengenai berat badan, pola makan, olahraga serta kebiasaan buruk yang menjadi kebiasaan anda seperti misalkan alkohol, merokok dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Beberapa multivitamin, menguji kekebalan tubuh terhadap penyakit cacar dan rubella, melakukan imunisasi dan lain-lain mungkin akan dokter rekomendasikan.

Mengkonsumsi Asam Folat

Dalam program hamil, mengkonsumsi asam folat sangat penting. Apabila anda mengkonsumsi sekitar 400 mcg asam folat dalam setiap harinya, setidaknya selama satu bulan sebelum hamil, serta selama trimester pertama kehamilan, akan membantu mengurangi risiko mengandung bayi yang mengalami cacat tabung saraf. Selain itu, konsumsi asam folat pun akan membantu mengurangi risiko mengalami cacat lahir yang lainnya.

Berat Badan Ideal

Apabila tubuh anda berada pada berat badan yang ideal, maka kemungkinan untuk segera hamil akan lebih besar. Sedangkan, jika anda memiliki indeks massa tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka akibatnya akan sulit hamil.

Wanita dengan indeks masa tubuh yang rendah memiliki risiko lebih besar melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, sedangkan wanita dengan indeks massa tubuh tinggi berisiko mengalami komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

Untuk mencapai berat badan yang disarankan, anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Hentikan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang dimaksud di antaranya yaitu merokok, minum minuman keras dan konsumsi obat-obatan. Apabila anda memiliki kebiasaan buruk tersebut, sebelum menjalankan program hamil maka sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut.

Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa merokok dan mengkonsumsi obat-obatan dapat berisiko tinggi mengalami keguguran, bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
Bahkan berdasarkan penelitian, konsumsi tembakau bisa menurunkan jumlah sperma pria dan mengganggu kesuburan wanita.

Periksa Kesehatan Gigi

Sebelum anda menjalankan program hamil, anda harus memeriksakan kesehatan mulut anda. Selama hamil, perubahan hormon dapat membuat anda lebih rentan mengalami masalah penyakit gusi.
Keadaan meningkatnya hormon progesteron dan estrogen bisa menyebabkan gusi bereaksi terhadap plak atau bakteri. Sehingga akibatnya gusi akan menjadi bengkak dan berdarah.

Akan tetapi, bagi wanita yang menjaga kesehatan mulut sebelum hamil atau sebelum menjalankan program hamil, maka mengalami komplikasi gusi saat hamil akan menurun.
Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mulut, anda bisa menemui dokter.

Hentikan Alat Kontrasepsi Secepat Mungkin

Setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi, bagi sebagian wanita kesuburan mereka akan pulih dengan cepat. Hanya saja, beberapa wanita yang lainnya membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga berbulan-bulan untuk berovulasi dengan normal.

Sebagai tanda bahwa ovulasi sudah kembali normal yaitu saat anda menstruasi dengan teratur.

Jadwal Ovulasi

Penting untuk mengetahui jadwal ovulasi. Anda dapat mencatat suhu basal tubuh anda, serta perhatikan perubahan lendir serviks anda. Pengamatan suhu basal yang dilakukan selama beberapa bulan bisa membantu anda untuk mengetahui kapan anda sedang berovulasi.

Mengikuti Latihan Kebugaran

Untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran, anda dapat mengikuti program latihan olahraga. Untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh, anda dapat melakukan latihan peregangan atau yoga.

Menghindari Infeksi

Ketika sedang menjalankan program hamil, penting untuk menghindari infeksi, terlebih lagi infeksi yang dapat membahayakan bayi anda.

Hindari beberapa jenis makanan tertentu seperti misalkan keju lunak yang tidak melalui proses pasteurisasi, serta produk susu yang lainnya, ikan mentah, daging merah dan daging unggas. Pasalnya, jenis makanan tersebut dapat menjadi sarang bakteri yang dapat membahayakan dan menyebabkan listeriosis. Listeriosis itu sendiri merupakan penyakit yang berisiko menyebabkan bayi lahir mati dan keguguran.

Persiapan Nutrisi Sebelum Kehamilan

Salah satu hal utama yang tidak kalah penting sebelum mempersiapkan kehamilan yaitu dengan mencukupi kebutuhan nutrisi calon ibu. Berikut ini beberapa persiapan nutrisi sebelum kehamilan:

Memilih Asupan Makanan

Dalam mempersiapkan kehamilan atau program hamil, penting untuk memperhatikan asupan makanan. Anda harus membenahi pola hidup anda dan menerapkan pola makan yang sehat. Hindari beberapa jenis makanan yang tidak sehat seperti mislakan junkfood. Pasalnya, makanan tersebut mengandung lemak dan kalori tinggi. Dalam mempersiapkan kehamilan, alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi vitamin dan protein dengan porsi seimbang.

Zat Besi

Ketika hamil, seringkali ibu mengalami kelelahan dan lesu yang akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Untuk mengantisipasi keadaan ini, sebaiknya anda persiapkan kehamilan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung zat besi dapat membantu anda untuk mempersiapkan kehamilan dan menghindari terjadinya anemia yang sering dialami oleh ibu hamil.

Batasi Kafein

Sebaiknya batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau teh, sebab dapat mempengaruhi kesehatan saat mempersiapkan kehamilan.

Asam Folat

Asam folat bermanfaat untuk mempersiapkan kehamilan. Cukupi kebutuhan asam folat harian anda. Anda dapat memperoleh asam folat dari makanan sehat atau vitamin yang diberikan oleh dokter.

Demikian persiapan sebelum menjalankan program hamil. Guna keberhasilan program hamil, lakukan persiapan-persiapan tersebut dengan baik dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *