Penting! Ketahui Pengaruh Usia Terhadap Kesuburan

Diposting pada

Pengaruh Usia Terhadap Kesuburan – Kesuburan memang menjadi salah satu hal yang paling penting bagi kita untuk mendapatkan kehamilan. Akan tetapi, tingkat kesuburan seseorang akan menurun sesuai dengan usia orang tersebu. Baik pria maupun wanita tentunya memiliki permasalahan yang cukup besar dalam kesuburan seiring dengan bertambahnya usia. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja pengaruh usia terhadap kesuburan baik pria maupun wanita sebagai berikut!

Program hamil tentunya menjadi cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan keturunan. Tentunya, dalam mendapatkan keturunan, kita tidak hanya mengandalkan akan tips-tips yang banyak disajikan oleh beberapa artikel. Bagaimanapun juga, usia emang menjadi salahs atu faktor yang cukup nyata terhadap keberhasilan kehamilan.

Kenapa usia dimasukkan ke dalam faktor yang cukup penting? Hal ini dapat dikatakan bahwa program hamil tidak lepas dari tingkat kesuburan baik dari pria maupun wanita. Nah, jika kita telaah lebih lanjut lagi mengenai kesuburan wanita dan juga pria tentunya hal tersebut tidak bisa lepas pula dari usia seseorang tersebut. Semakin usia seseorang bertambah, maka semakin berkurang juga tingkat kesuburan seseorang tersebut. Mengenai pengaruh usia terhadap kesuburan tentunya akan kami sajikan beberapa pemaparan berikut ini! Baca juga: Inilah Fakta Mengenai Gangguan Kesuburan Pada Pria Gemuk

Pengaruh Usia Terhadap Kesuburan

pengaruh usia tehadap kesuburan

kesuburan seseorang tentunya dilihat dari mudah ataukah tidaknya mereka mendapatkan kehamilan. Kesuburan tentunya memiliki tingkatan tertentu baik pria maupun wanita. Pria memang memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita jika memang dilihat dari usia seseorang tersebut. Dalam hal ini pria juga memiliki jam biologis dalam tingkat kesuburan. Dapat disimpulkan bahwa pria yang sudah berusia sekitar 70-80 tahun tentunya masih bisa menjadi seorang ayah dan membuahi sel telur wanita. Akan tetapi, dalam usia ini pria memang terbilang cukup sulit dalam membuahi sel telur wanita.

Tentunya semakin tua usia pria, maka semakin lama pula waktu yang memanng dibutuhkan dalam membuahi sel telur pasangannya. Sedangkan untuk wanita, ketiak usia memasuki 45 tahun, inilah saatnya wanita mulai memasuki masa menopause dimana tidak ada kemampuan lagi bagi indung telur untuk memproduksi sel telur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wanita memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah sesuai dengan usia.

Lihat juga: 10 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Pada Pria

Jika diteliti lebih lanjut bahwa pria yang berusia di bawah 25 tahun memiliki peluang sekitar 8% dan pria berusia di bawah 35 tahun memiliki peluang sekitar 15 % untuk melakukan pembuahan yang terjadi setelah satu tahun. Maka dari itu, semakin usia seseorang muda, maka semakin mudah dan cepat pual ia mendapatkan kehamilan. Kondisi ini tentunya tidak bisa lepas dari kesuburan seseorang  dan juga usianya.

Selisih dalam perbedaan usia pria dan juga wanita tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar pula. Jika pria berusia lima tahun lebih tua dari wanita, maka peluang untuk mendapatkan kehamilan dalam waktu satu tahun lebih kecil. Sebaliknya jika usia pasangan pria tersebut memiliki usia yang sama maka dapat dipastikan bahwa pembuahan akan terjadi lebih dari satu tahun lamanya terlebih jika usia wanita lebih tua dari pria.

Perbedaan Jam Biologis Wanita Dan Pria

Kesuburan pria dan juga wanita tentunya memang ditentukan oleh usia orang tersebut. Tentunya, ada perbedaan yang cukup jelas dalam jam biologis antara pria dan juga wanita. Hal ini tentunya dapat dilihat bahwa tingkat estrogen seorang wanita bisa menurun setelah wanita tersebut mencapai usia tertentu dan tidak bisa diubah begitu saja. Perubahan hormon yang terjadi pada pria tentunya tidak akan terlihat dan juga tidak terjadi secara drastis, namun tentunya dapat bertahap. Perbedaan utama yang mendasari hal ini tentunya semua wanita yang akan memasuki menopause atau berhentinya produksi sel telur. Namun sebaliknya, bagi pria tentunya bia menghasilkan sel sperma di sepanjang hidupnya.

Persamaan Jam Biologis Pria dan Wanita

Setelah kita mengetahui perbedaan, tentunya kita juga akan dihadapkan pada persamaan jam biologis pria dan juga wanita. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika umur wanita bertambah tua, tentunya tubuh akan menghasilkan lebih sedikit estrogen. Itu artinya akan meningkatkan risiko yang lebih besar dalam masalah kromosom. Perubahan kadar hormon tentunya sangat mampu mempengaruhi fungsi seksual, gairah seksual dan juga kualitas sel sperma pada pria. Untuk itu dapat dipastikan bahwa seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang, volume dan juga kualitas sel sperma menurun.

Bagaimanapun juga, pria yang lebih tua tentunya memiliki lebih sedikit sel sperma dan juga lebih lambat. Hal ini tentunya dapat menyebabkan sel sperma menjadi lebih sulit dalam mencapai sel telur yang akan melakukan pembuahan. Selain kualitas dan juga kuantitas sel sperma yang menurun, tentunya bentuk sel sperma juga akan menurun kualitasnya. Bentuk dan morfologi ini tentunya memang sangat penting dikarenakan banyaknya indikasi konten genetik sel sperma. Kuantitas sel sperma yang cacat tentunya memiliki peluang yang lebih besar akan terjadinya sebuah komplikasi. Kemungkinan besar, sel sperma yang cacat memiliki kemungkinan yang kurang dalam membuahi sel telur wanita.

Apa Pengaruh Usia Pria Terhadap Masalah Genetik?

Setelah kita mengetahui akan perbedaan dan juga persamaan jam biologis pada pria dan juga wanita.  Tentunya, ini menjadi hal yang memang jarang untuk masalah genetik yang tentunya berhubungan dengan ayah baik untuk pria yang masih muda maupun yang sudah berusia lanjut. Sayangnya, ada kondisi tertentu yang bisa saja memiliki pengaruh dari usia sang ayah. Beberapa risiko dan juga efek buruk tentunya bisa saja terjadi, diantaranya:

– Pertumbuhan anak yang terhenti (achondroplasia) atau dwarfisme. Pada kasus achondroplasia tentunya memang sangat jarang terjadi, hanya terjadi sekitar satu dari 10.000 kasus kelahiran.

– Skizofernia yakni sebuah masalah kesehatan yang dapat terjadi dalam jangka waktu yang sangat panjang.

– Down Syndrome yaitu suatu kondisi genetik yang tentunya dapat menyebabkan adanya kesulitan belajar, tidak berkembang sesuai dengan usia, terhambat pertumbuhan dan juga berbagai masalah kesehatan lainnya.

Akan tetapi, tidak semua ahli mengatakan bahwa pengaruh usia ayah akan berdampak pada kondisi tersebut. Bahkan ada juga kemungkinan adanya faktor lain selain berasal dari sang ayah. Termasuk pada riwayat penyakit tertentu seperti gaya hidup, keluarga, faktor sosial, stres dan juga depresi akibat adanya faktor dan juga tekanan dari lingkungan dan juga teman. Sebagian para ahli mengatakan bahwa down syndrome justru dapat disebabkan dari sang ibu serta memiliki faktor yang lebih besar terjadinya gangguan kesehatan tersebut.

Kenapa Masalah Genetik Sering Terjadi Ketika Usia Bertambah?

Untuk pria baik yang muda maupun yang sudah lanjut usia tentunya memiliki tingkatan kualitas sel sperma yang berbeda-beda. Tingkatan ini tentunya berpengaruh juga akan rusak atau tidak sehatnya sel sperma tersebut. Dalam hal ini tentunya jumlah sel sperma akan mengalami kerusakan terutama pada pria di atas usia 35 tahun. Sedangkan untuk wanita yang berusia 35 tahun tentunya akan kurang memiliki pertahanan dalam masalah sel telur mereka dalam memperbaiki DNA dan juga sel sperma yang rusak. Seiring usia bertambah tentunya risiko keguguran juga akan semakin besar.

Bagaimana Cara Memperbaiki Kesuburan Pria Yang Sudah Tua?

Meskipun faktanya memang usia mempengaruhi kesuburan pria, namun ada juga beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai cara memperbaiki kesuburan. Hal ini tentunya tidak lepas dari bagaimana pria tersebut menjaga dan juga merawat fungsi seksualnya agar tetap pria meski di usianya yang sudah lanjut.

Dalam hal ini tentunya Anda sebagai pria tidak akan lepas dari yang namanya gaya hidup dan juga kebiasaan yang tengah Anda lakukan saat ini. Perubahan gaya hidup dan juga lebih memiliki mengonsumsi makanan yang sehat tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memperbaiki tingkat kesuburan pria. Pada umumnya, masalah usia yang terjadi dan mempengaruhi tingkat kesuburan seorang pria, diantaranya:

– Tersumbatnya saluran ejakulasi

– Infeksi yang terjadi pada testis

– Adanya disfungsi ereksi

– Rendahnya kuantitas sel sperma

Dapat dipastikan bahwa pria yang telah berusia lanjut akan tetap bisa memiliki peluang untuk membuahi sel telur. Dalam hal ini tentunya pria akan tetap bisa membuahi meskipun pada usia yang sudah lanjut. Jika pasangan yang sudah menikah sulit untuk mendapatkan keturunan, tentunya memang perlu untuk dilakukan berbagai cara demi mendapatkan keberhasilan ketika menjalankan program hamil. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai pengaruh usia terhadap kesuburan baik pria maupun wanita. Semoga bermanfaat!